Belangkas merupakan salah satu hewan laut yang memiliki bentuk tubuh unik dan sering dianggap mirip kepiting. Meski demikian, belangkas sebenarnya bukan termasuk kelompok kepiting sejati. Hewan ini memiliki ciri khas berupa cangkang keras berbentuk seperti tapal kuda serta ekor panjang yang menyerupai duri. Karena bentuknya yang tidak biasa, belangkas menjadi salah satu satwa yang menarik untuk dipelajari.
Di Indonesia, belangkas dapat ditemukan di sejumlah wilayah pesisir dan perairan dangkal. Keberadaannya memiliki peran penting dalam ekosistem karena hewan ini menjadi bagian dari rantai makanan sekaligus membantu menjaga keseimbangan lingkungan perairan. Lantas, apa itu belangkas, bagaimana cirinya, dan mengapa hewan ini dianggap istimewa? Simak penjelasannya berikut.
Apa Itu Belangkas?
Belangkas adalah hewan laut yang termasuk dalam kelompok arthropoda dan dikenal dalam bahasa Inggris sebagai horseshoe crab. Secara ilmiah, belangkas bukanlah kepiting meskipun sering disebut kepiting tapal kuda. Bentuk tubuhnya memang sekilas menyerupai kepiting, tetapi hubungan kekerabatannya justru lebih dekat dengan kelompok arachnida seperti laba-laba dan kalajengking.
Belangkas telah hidup di bumi sejak jutaan tahun lalu. Fosil nenek moyangnya menunjukkan bahwa bentuk tubuh hewan ini mengalami perubahan yang relatif sedikit dibandingkan banyak hewan lainnya. Karena alasan tersebut, belangkas kerap dijuluki sebagai salah satu hewan purba yang masih bertahan hingga zaman modern.
Ciri paling mudah dikenali adalah bagian tubuh berbentuk setengah lingkaran seperti tapal kuda. Di bagian belakang terdapat ekor keras dan panjang yang disebut telson. Ekor tersebut bukan digunakan sebagai senjata untuk menyerang mangsa, melainkan membantu belangkas membalikkan tubuh ketika terbalik di dasar perairan.
Ciri-Ciri Belangkas

Belangkas mempunyai sejumlah karakteristik yang membuatnya berbeda dari hewan laut lainnya. Tubuhnya dilindungi oleh cangkang keras sehingga dapat memberikan perlindungan dari predator.
Beberapa ciri belangkas antara lain:
- Memiliki cangkang keras berbentuk menyerupai tapal kuda.
- Mempunyai ekor panjang dan keras.
- Memiliki beberapa pasang kaki untuk bergerak dan mencari makanan.
- Hidup di wilayah perairan dangkal.
- Mampu hidup di lingkungan berlumpur dan berpasir.
- Mencari makanan di dasar perairan.
- Memiliki tubuh yang dilindungi oleh lapisan luar atau eksoskeleton.
Ukuran belangkas dapat berbeda-beda tergantung jenis dan jenis kelaminnya. Umumnya, belangkas betina memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan jantan.
Habitat Belangkas
Belangkas umumnya hidup di kawasan pesisir, terutama wilayah perairan dangkal dengan dasar pasir atau lumpur. Habitat seperti ini menjadi tempat yang sesuai untuk mencari makanan dan berkembang biak.
Di Indonesia, keberadaan belangkas tercatat di beberapa kawasan pesisir, terutama wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Habitatnya dapat berupa perairan estuari, pantai berlumpur, kawasan mangrove, hingga perairan yang memiliki dasar berpasir.
Kondisi lingkungan sangat memengaruhi keberlangsungan hidup belangkas. Pencemaran laut, perubahan garis pantai, reklamasi, serta kerusakan kawasan mangrove dapat mengurangi habitat alami hewan tersebut.
Makanan Belangkas
Belangkas merupakan hewan yang mencari makanan di dasar perairan. Jenis makanan yang dikonsumsi cukup beragam dan umumnya terdiri dari organisme kecil yang ditemukan di sekitar habitatnya.
Belangkas dapat memakan cacing laut, moluska berukuran kecil, krustasea, serta berbagai organisme dasar lainnya. Hewan ini juga dapat mengonsumsi sisa-sisa organisme yang berada di dasar perairan.
Cara belangkas mendapatkan makanan cukup menarik. Dengan menggunakan kaki dan bagian mulutnya, hewan tersebut dapat mengambil serta menghancurkan makanan sebelum dikonsumsi. Aktivitas mencari makanan biasanya berlangsung di dasar perairan yang menjadi habitatnya.
Mengapa Belangkas Disebut Hewan Purba?

Salah satu alasan belangkas begitu menarik adalah sejarah evolusinya. Kelompok hewan ini telah ada sejak ratusan juta tahun lalu. Bentuk tubuhnya yang relatif tidak banyak berubah membuat belangkas sering dikaitkan dengan istilah “fosil hidup”.
Namun, istilah tersebut bukan berarti belangkas sama persis dengan nenek moyangnya. Belangkas tetap mengalami proses evolusi. Hanya saja, rancangan tubuh dasarnya terbukti mampu bertahan dalam berbagai perubahan lingkungan selama periode waktu yang sangat panjang.
Kemampuan bertahan tersebut menjadi salah satu alasan belangkas sering menjadi objek penelitian ilmiah. Keberadaannya memberikan gambaran mengenai bagaimana suatu kelompok hewan dapat bertahan melewati perubahan lingkungan dan perkembangan kehidupan di bumi.
Darah Belangkas yang Sangat Berharga
Belangkas juga dikenal karena karakteristik darahnya yang unik. Darah belangkas memiliki kandungan hemolimfa berwarna kebiruan akibat adanya senyawa berbasis tembaga yang membantu proses pengangkutan oksigen.
Komponen tertentu dalam darah belangkas telah dimanfaatkan dalam bidang penelitian dan pengujian keamanan produk medis. Kemampuan komponen tersebut dalam mendeteksi kontaminasi bakteri membuatnya memiliki nilai penting bagi dunia biomedis.
Pemanfaatan ini kemudian menimbulkan perhatian terhadap konservasi belangkas. Pengambilan darah secara berlebihan atau praktik yang tidak memperhatikan kelestarian populasi dapat memberikan tekanan terhadap keberadaan hewan tersebut. Karena itu, pemanfaatan belangkas perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kesejahteraan dan keberlanjutan populasinya.
Apakah Belangkas Berbahaya?
Banyak orang merasa khawatir ketika menemukan belangkas karena bentuk tubuhnya terlihat seperti memiliki senjata pada bagian belakang. Padahal, ekor belangkas bukanlah alat untuk menyengat manusia seperti ekor kalajengking.
Belangkas pada dasarnya bukan hewan agresif terhadap manusia. Ekor yang panjang lebih berfungsi membantu pergerakan dan membalikkan tubuh. Meski begitu, kamu tetap sebaiknya tidak sembarangan menangkap atau memegang satwa liar yang ditemukan di pantai.
Jika menemukan belangkas, sebaiknya biarkan hewan tersebut berada di habitatnya. Mengamati dari jarak aman merupakan cara yang lebih baik untuk menghargai keberadaan satwa ini.
Ancaman Terhadap Populasi Belangkas
Meskipun mampu bertahan selama jutaan tahun, belangkas tetap menghadapi berbagai ancaman akibat aktivitas manusia. Perubahan habitat pesisir menjadi salah satu masalah utama.
Pembangunan di kawasan pantai, kerusakan mangrove, pencemaran air, aktivitas penangkapan, dan perdagangan dapat memengaruhi jumlah populasinya. Perubahan kondisi lingkungan juga dapat mengganggu proses perkembangbiakan belangkas.
Konservasi menjadi penting agar keberadaan satwa ini tetap terjaga. Perlindungan habitat pesisir, pengurangan pencemaran, pengelolaan aktivitas penangkapan, serta edukasi kepada masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya menjaga populasi belangkas.
Kesimpulan
Jadi, apa itu belangkas? Belangkas adalah hewan laut unik yang memiliki cangkang menyerupai tapal kuda dan ekor panjang di bagian belakang tubuhnya. Walaupun sering disebut kepiting tapal kuda, belangkas bukanlah kepiting sejati dan secara kekerabatan lebih dekat dengan kelompok arachnida.
Keberadaannya sangat menarik karena kelompok belangkas telah bertahan selama ratusan juta tahun. Selain memiliki peran dalam ekosistem pesisir, karakteristik darahnya juga membuat hewan ini memiliki nilai penting dalam bidang biomedis.
Meski mempunyai kemampuan bertahan yang luar biasa, belangkas tetap membutuhkan habitat yang sehat. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan laut dan melindungi kawasan pesisir merupakan langkah penting untuk memastikan hewan purba ini tetap dapat ditemukan oleh generasi mendatang.